Minggu, 09 Oktober 2011

Neraka Khusus orang Indonesia

Berikut ini cerita lucu tentang kondisi neraka khusus orang Indonesia.

Adalah orang perampok kawakan asal Indonesia yang mati tertembak polisi ketika sedang merampok bank. Begitu meninggal, nyawanya langsung di kirim ke neraka.

Di pintu masuk neraka, terpampang tulisan nama-nama negara seperti, Inggris, Amerika, Rusia, Jepang dan lainnya termasuk Indonesia. Setelah bertanya ke bagian informasi, ternyata neraka itu dibagi-bagi sesuai dengan asal setiap orang, tapi siapapun boleh memilih ke neraka negara mana saja.

Karena si perampok ini ngefans sama celebrities Amerika, akhirnya dia memilih masuk ke pintu neraka Amerika. Pintu di buka, ternyata tidak banyak orang yang antri.

“Kalian diapain di sini?” dia bertanya kepada salah satu yang antri.
“Pertama kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam, lalu didudukkan lagi di atas kursi paku selama satu jam, terakhir disiram dengan bensin dan disulut api sambil menunggu setan Amerika datang yang akan mencabik kita sepanjang sisa hari.”

Karena kedengarannya tidak menyenangkan, si perampok tadi pindah ke pintu neraka negara lain. Mulai dari Rusia, Inggris, Jepang dan negara-negara lain. Tapi, perlakuan di sana sama semua seperti di neraka Amerika.

Akhirnya dia memutuskan untuk ke neraka orang Indonesia, siapa tahu perlakuannya lebih menyenangkan. Pintu dibuka, dia kaget. Banyak sekali orang yang antri di sini, bahkan orang-orang dari negara lain ikut berdesak-desakan.

“Kalian diapain di sini?” dia bertanya kepada salah satu orang Indonesia yang ikut antri.

“Pertama kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam, lalu didudukkan lagi di atas kursi paku selama satu jam, terakhir disiram dengan bensin dan disulut api sambil menunggu setan Indonesia datang yang akan mencabik kita sepanjang sisa hari.”

“Lho! Itu kan sama persis dengan neraka-neraka yang lain?!” si perampok ‘ga habis pikir. “Tapi, kenapa orang yang antri lebih banyak ketimbang di neraka tetangga sebelah?”

“Mas, di sini service-nya sangat-sangat buruk; kursi listriknya nggak nyala karena disini sering mati lampu, kursi pakunya nggak ada – tinggal kursinya doang, karena pakunya pada diambilin buat diloakin, bensinnya juga ‘ga ada tuh – karena harganya melambung tinggi, panitia ‘ga sanggup beli,” kata orang tadi. “Dan yang paling enak, setannya itu dulu anggota DPR, jadi dia cuman dateng, tanda tangan absen, langsung pulang. Sekalinya dia dateng agak lama, paling juga cuma tidur aja kerjaannya.”

Rabu, 21 September 2011

Hari ini, Wakil RI Bertarung di Jepang Open Satu wakil Indonesia, Sony Dwi Kuncoro, sudah lebih dulu tumbang di babak Kualifikasi.

VIVAnews - Pebulutangkis Indonesia akan mulai bertarung di perhelatan Jepang Terbuka hari ini, Rabu, 21 September 2011. 19 wakil Indonesia akan bertanding di lima nomor berbeda.

Di tunggal putra, Indonesia menurunkan Taufik Hidayat, Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Tommy Sugiarto. Satu wakil lagi yakni Sony Dwi Kuncoro sudah tumbang lebih dulu di babak Kualifikasi dari wakil tuan rumah, Shuhei Hayasaki, Selasa, 20 September kemarin.

Di tunggal putri, Indonesia memiliki Maria Febe Kusumastuti, Adrianti Firdasari, Lindaweni Fanetri, dan Aprilia Yuswandari. Sedangkan di ganda putra, Indonesia turun dengan tiga pasangan terbaiknya.

Yakni Markis Kido/Hendra Setiawan yang muncul sebagai unggulan keenam, Mohammad Ahsan/Bona Septano sebagai unggulan keempat, dan Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan di unggulan ketujuh. Satu pasangan lagi, Angga Pratama/Ryan Agung Saputra akan turun sebagai pasangan non unggulan.

Di ganda putri, pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari kembali bisa diturunkan. Sebelumnya Greysia harus menerima perawatan setelah terantuk cedera lengan di Taipei Open Grand Prix Gold.
Selain pasangan ini, Indonesia juga menurunkan pasangan finalis Indonesia Open 2011, Vita Marissa/Nadya Melati. Satu pasangan lagi yakni Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari juga akan bertanding hari ini.

Di nomor ganda campuran, Indonesia turun dengan empat pasangan. Sebagai duo terbaik adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang masuk sebagai unggulan kedua. Tiga pasangan lain yakni, Muhammad Rijal/Debby Susanto, Nova Widianto/Vita Marissa, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadeth.
• VIVAnews